| info seputar kita |
SHALAT - Ketika membuka widget Feedjit Live di 'Info Seputar Kita' penulis mendapati keyword yang 'cerdas' yaitu pertanyaan 'kenapa shalat maghrib 3 rakaat'. Pertanyaannya bukan 'ada berapa rakaat shalat maghrib' atau 'dalil jumlah rakaat shalat wajib'. Kalau pertanyaan seperti ini tentu umat Islam sudah mengetahui jawabannya.
Jakarta, Jakarta Raya arrived from google.co.id on "TURUNNYA PERINTAH SHALAT LIMA WAKTU | Info Seputar Kita" by searching for kenapa shalat magrib 3 rakaat.
Wajar bila kita mempunyai persepsi yang berbeda dengan pertanyaan 'kenapa shalat maghrib 3 rakaat'. Coba perhatikan dialog dibawah ini yang penulis kutip dari situs Muhammadiyah Sragen (muhammadiyah-sragen.org | Dalil Jumlah Rakaat Salat Wajib | Administrator | Sabtu, 16 April 2011 02:1).
Tanya:
Di
dalam HPT tidak terdapat penjelasan mengenai shalat wajib, mengapa
shalat Magrib 3 rakaat, shalat Subuh 2 rakaat, shalat Zuhur dan Asar
masing-masing 4 rakaat. Mohon dijelaskan alasan dalilnya.
Jawab:
Dalam hadis yang diriwayatkan dari Aisyah disebutkan:
فُرِضَتْ
الصَّلَاةُ رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ فِي الْحَضَرِ وَالسَّفَرِ
فَأُقِرَّتْ صَلَاةُ السَّفَرِ وَزِيدَ فِي صَلَاةِ الْحَضَرِ [رواه مسلم]
Artinya: “Diwajibkan
shalat dua raka‘at-dua raka‘at baik dikala tidak bepergian maupun
dikala bepergian, kemudian ditetapkan (dua rakaat) dalam bepergian, dan
ditambah (bilangan raka‘atnya) dalam keadaan tidak bepergian.” [Diriwayatkan oleh Muslim]. Hadis semakna juga diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Abu Daud.
Yang dimaksud
dengan shalat dua raka’at-dua raka’at dalam hadis di atas yaitu shalat
Isya’, Subuh, Zuhur dan Asar, sedangkan bilangan raka’at shalat Magrib
ditetapkan tiga raka’at. Hal semacam ini diwajibkan sebelum Nabi saw
berhijrah ke Madinah. Kemudian setelah beliau berhijrah ke Madinah,
shalat dua rakaat-dua rakaat tersebut ditetapkan hanya dikala bepergian
(untuk musafir). Sedangkan untuk shalat dikala tidak bepergian ditambah
masing-masing (Isya’, Zuhur dan Asar) dua rakaat. Untuk shalat Subuh
tetap dua rakaat dan Magrib juga tetap tiga rakaat. Disebutkan dalam
hadis yang juga diriwayatkan dari Aisyah:
فُرِضَتْ
صَلاَةُ السَّفَرِ وَاْلحَضَرِ رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ فَلَمَّا قَدِمَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِاْلمَدِينَةِ زِيْدَ
فِي صَلاَةِ اْلحَضَرِ رَكْعَتَانِ رَكْعَتَانِ وَتُرِكَتْ صَلاَةُ
اْلفَجْرِ لِطُوْلِ اْلقِرَاءَةِ وَصَلاَةُ اْلمَغْرِبِ لِأَنَّهَا وِتْرُ
النَّهَارِ [رواه ابن خزيمة وابن حبان
والبيهقي]
والبيهقي]
Artinya: “Diwajibkan
shalat dikala bepergian maupun dikala tidak bepergian dengan dua
raka’at-dua raka’at; kemudian setelah Rasulullah saw sampai (hijrah) ke
Madinah dan situasi telah tentram, ditambah rakaat shalat dikala tidak
bepergian dengan dua raka’at-dua raka’at, namun dibiarkan (tidak
ditambah raka’at pada shalat subuh karena panjang bacaannya (bacaan ayat
al-Qur’an) dan juga pada shalat Magrib, karena ia adalah witirnya siang
hari.” [Diriwayatkan oleh Abu Huzaimah, Ibn Hiban dan al-Baihaqy].
Menurut hemat kami jawaban diatas belum dapat 'menangkap' pertanyaan user search engine Google yang 'cermat' tersebut yaitu kenapa shalat maghrib 3 rakaat. Memang pertanyaan tersebut cukup sulit untuk dijawab dengan memuaskan. Kita ketahui ibadah shalat adalah induknya ibadah. Dalam gerakan shalat seperti berdiri, takbir, rukuk, sujud, duduk; bacaan shalat; dan jumlah rakaat shalat mengandung hikmah dan rahasia yang sangat dalam dan luas.
Magetan, 14 Ramadhan 1433 H





0 komentar:
Poskan Komentar